Beras Hitam, Komoditas Ekspor Agribisnis Kabupaten Karanganyar

EKSPOR - Beras Organik Asem Grendel yang dihasilkan Perkumpulan Petani Organik Karanganyar. (Foto: Berasorganikasemgrendel Blogspot)
EKSPOR – Beras Organik Asem Grendel yang dihasilkan Perkumpulan Petani Organik Karanganyar. (Foto: Berasorganikasemgrendel Blogspot)

Karangpandan, SURAKARTA DAILY ** Beras hitam termasuk salah satu produk pertanian unggulan Bumi Intanpari, Kabupaten Karanganyar. Lahan pertanian komoditas yang ditanam secara organik tersebut berada di tiga kecamatan, yakni Karangpandan, Karanganyar, dan Mojogedang.

“Total lahan yang dipakai untuk mengembangkan beras hitam, saat ini seluas 90 hektare. Yang paling luas di Karangpandan mencapai 60 hektare, sementara di Karanganyar dan Mojogedang masing-masing 15 hektare. Di mana tiap hektar lahan rata-rata menghasilkan tujuh ton beras dalam satu kali masa tanam,” ujar Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Kabupaten Karanganyar, Danik Sih Handayani.

Menurutnya, harga beras hitam memang jauh lebih mahal dibandingkan beras putih. Karena, beras varietas unggul itu mengandung sejumlah khasiat. Beras hitam baik untuk penderita diabetes, karena kadar kalorinya terendah, dibandingkan beras putih dan merah.

Selain itu, sambungnya, mengonsumsi beras hitam bisa mencegah kanker, karena kandungan antosianin yang tinggi, mencegah penyakit jantung karena kandungan seratnya tinggi, obat anemia karena banyak mengandung zat besi, hingga mencegah penuaan dini.

Komoditas Ekspor

Beras hitam Karanganyar rupanya diminati Kementerian Pertanian (Kementan) untuk dijadikan komoditas ekspor. Saat ini, pemenuhan berbagai syarat agar beras hitam Karanganyar bisa diekspor tengah dipersiapkan. Bahkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau langsung hasil pengemasannya, Selasa (31/1/2015) di Desa Ngemplak Kecamatan Karangpandan.

Rencananya, beras yang harganya di pasaran mencapai Rp30 ribu per kilogram itu diekspor ke Taiwan. Danik mengatakan, beras hitam yang bakal diekspor berasal dari Kelompok Tani (Poktan) Kecamatan Karangpandan.

“Perwakilan dari Poktan tersebut, beberapa waktu lalu diundang ke Kementan, sebagai calon eksportir beras hitam. Saat ini sedang dalam proses melengkapi syarat-syarat sebagai eksportir,” tuturnya, Rabu (1/4/2015), seperti dirilis Pemkab Karanganyar.

Dispertanbunhut telah diminta membantu pemenuhan syarat yang dibutuhkan agar proses menjadi eksportir bisa segera selesai.

“Permintaan agar kami membantu proses untuk bisa mengekspor beras hitam disampaikan langsung Menteri Pertanian saat berkunjung ke Karanganyar,” pungkas Danik.