Gandeng Bank Indonesia, Pemkab Wonogiri Bangun Klaster Cabe

SENTRA CABE - Panen cabe di Kecamatan Kismantoro bersama Pemkab Wonogiri beberapa waktu lalu. (Foto: Pemkab Wonogiri)
SENTRA CABE – Panen cabe di Kecamatan Kismantoro bersama Pemkab Wonogiri beberapa waktu lalu. (Foto: Pemkab Wonogiri)

Wonogiri, SURAKARTA DAILY ** Pemerintah Kabupaten Wonogiri bekerja sama dengan perwakilan Bank Indonesia wilayah Surakarta membentuk klaster cabe untuk meningkatkan produksi dan menekan laju inflasi di wilayah Wonogiri khususnya, dan eks-Karesidenan Surakarta pada umumnya.

Dirilis Pemkab Wonogiri, sejumlah 110 petani cabe di Desa Ngroto Kecamatan Kismantoro Wonogiri akan mendapatkan pendampingan dari Bank Indonesia untuk meningkatkan kualitas produk dan pengembangannya.

Kerja sama antara Pemkab Wonogiri dengan Bank Indonesia ini terjalin dengan ditandatanganinya Kesepakatan Kerjasama antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo dengan Pemerintah Kabupaten Wonogiri tentang Pengembangan Klaster Cabe di Kabupaten Wonogiri, Selasa (17/3/2015) di Ruang Kerja Bupati Wonogiri.

Kepala Kantor Perwakilan BI Solo, Ismet Inono, mengatakan, dipilihnya petani cabe di wilayah Ngroto Kismantoro didasarkan pada berbagai aspek. Salah satunya, komitmen kuat para petani untuk mengembangkan cabe.

“Wilayah Kismantoro memiliki potensi cabe yang cukup besar. Pada tahun 2010, luas panen cabe mencapai 63 hektar dengan hasil panen 1068 kuintal. Dan pada tahun 2011, mencapai luasan panen 112 hektar,” terangnya.

Penyebab Inflasi

Ismet menyayangkan produk cabe Wonogiri yang lebih banyak dikirim ke luar daerah, seperti Jakarta, Sumatera, dan Batang.

“Kismantoro merupakan prototipe terbesar di Solo Raya. Sayangnya, cabe Kismantoro tidak masuk di Solo Raya. Hal ini mengakibatkan inflasi Solo Raya terpengaruh. Inflasi adalah musuh masyarakat karena menyebabkan daya beli uang akan hilang,” ulas Ismet.

Salah satu penyumbang inflasi, sambungnya, adalah cabe. Karena cabe adalah komoditas pangan strategis. Untuk memelihara kestabilan nilai rupiah, kata Ismet, BI melaksanakan kegiatan pengembangan dengan pendekatan klaster melalui bantuan teknis pengembangan.

Jenis cabe yang banyak mendominasi Kismantoro adalah cabe besar kriting atau dikenal dengan nama cabe tampar. Sifat lahan pertaniannya masih tadah hujan, sehingga petani cabe Kismantoro belum secara kontinu menanam cabe.

Upaya Bank Indonesia dalam mengembangkan kelompok tani cabe diharapkan menjadikan usaha ini semakin produktif, berkualitas, dan berdaya saing, sehingga kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.

Sementara itu, Bupati Wonogiri, Danar Rahmanto, berharap, kerja sama ini berlanjut hingga pasca-panen dan terjalin kerja sama dengan perusahaan besar yang memerlukan bahan dasar cabe, sehingga berimbas jangka panjang.