Sri Ardiningsih Himbau SKPD Pemkab Boyolali Menghemat Anggaran dan Sarana Prasarana Kerja

Gedung Putih, Kantor Bupati Boyolali (Foto: Twitter @Lensaboyolali)
Gedung Putih, Kantor Bupati Boyolali (Foto: Twitter @Lensaboyolali)

Boyolali, SURAKARTA DAILY** Dalam rangka mengupayakan efektifitas dan efisiensi kerja aparatur pemerintah Kabupaten Boyolali, seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Boyolali, dihimbau melakukan penghematan penggunaan sarana dan prasarana kerja di instansinya masing-masing.

Himbauan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda), Kabupaten Boyolali, Sri Ardiningsih, melalui surat edaran, nomor 60/054/16/08/2014, perihal peningkatan efektifitas dan efisiensi kerja aparatur Negara.

Surat edaran efektifitas dan efisiensi kerja itu, menurut Sri Ardiningsih, mengacu surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara,  nomor 10 tahun 2014, tentang peningkatan efektifitas dan efisiensi  kerja aparatur Negara, dan surat edaran nomor 11 tahun  2014,  tentang pembatasan kegiatan pertemuan/rapat di luar kantor.

“Selain penghematan sarana prasarana, aparatur pemerintah (Kabupaten Boyolali—red) perlu melakukan penghematan  anggaran belanja barang dan belanja pegawai,” tambah Sekda..

Rilis Pemkab Boyolali (18/12/14) lalu, menyebutkan, penghematan penggunaan sarana prasarana kantor itu diantaranya, penghematan penggunaan listrik  dan tata ruang, penghematan penggunaan pendingin ruangan, penghematan penggunaan telepon, penghematan penggunaan air,  penghematan penggunaan alat tulis kantor, dan pengaturan penggunaan kendaraan dinas yang diperuntukan hanya untuk  kepentingan kedinasan.

Penghematan belanja barang dan belanja pegawai itu diantaranya, lanjut Sekda, membatasi perjalanan dinas, dan menyelenggarakan seluruh  kegiatan instansi Pemerintah di lingkungan masing-masing atau di lingkungan instansi Pemerintah.

“Menghentikan rencana kegiatan konsinyering atau Focus Group Discussion (FGD) dan rapat-rapat teknis lainnya di luar kantor, seperti di Hotel, Villa, Cottage, resort dan menggunakan fasilitas pertemuan  di lingkungan instansi pemerintah  masing-masing,” terang Sri.

Selain itu, kata Sekda, perlu dilakukan pembatasan pengadaan barang dan jasa baru sesuai dengan kebutuhan. Diharapkan, terang Sekda Boyolali, Sri Ardingsih, penyelenggaraan seluruh kegiatan instansi pemerintah dengan menggunakan  fasilitas  di luar kantor akan berakhir pada, (31/12/14).

“Setalah itu agar melakukan  evaluasi  pelaksanaan  penghematan  di lingkungan instansi  masing-masing secara berkala setiap 6 bulan sekali  dan melaporkanya hasilnya kepada Sekda,” tegasnya.