Kabupaten Sukoharjo Menjelma sebagai Magnet Investasi Soloraya

Kawasan Wisata Pandawa Water World di Wilayah Solo Baru, Sukoharjo (Foto: dasborpariwisata, Kabupaten Sukoharjo)
Kawasan Wisata Pandawa Water World di Wilayah Solo Baru, Sukoharjo (Foto: dasborpariwisata, Kabupaten Sukoharjo)

Sukoharjo, SURAKARTA DAILY** Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sukoharjo banyak ditopang sektor industri. Belakangan, sejumlah investor besar makin menggeliat masuk ke kabupaten yang memiliki luas wilayah 466,66 kilometer persegi.

Tak khayal, arus ini menjelma, menjadikan Kabupaten bervisi Makmur ini, sebagai magnet investasi baru di kawasan Soloraya.

Kian moncernya iklim investasi, diakui Wakil Bupati Sukoharjo, Haryanto, tidak lepas dari kondusifitas daerah serta penyusunan rencana tata ruang wilayah (RTRW) yang tepat.

Salah satu langkah yang ditempuh Pemkab untuk menjaga kondusifitas daerah, yakni dengan merangkul seluruh elemen keamanan dan bergabung dalam Muspida.

“Dengan demikian, kekuatan keamanan ini mampu memberikan keyakinan investor untuk menanamkan modalnya di Sukoharjo,” ungkap Haryanto.

Lebih Lanjut, Haryanto memaparkan, menjaga kondusivitas daerah ini, merupakan persyaratan yang diperlukan kalangan investor. Kami ada corong komunikasi pimpinan daerah plus, dalam hal ini dengan aparat keamanan, sehingga memberikan keyakinan bahwa mereka (investor–red) yakin betul Sukoharjo aman,” paparnya Haryanto.

Sementara terkait RTRW, Pemkab Sukoharjo memberlakukan zonasi yang lebih terukur berdasarkan peruntukannya. Seperti wilayah Nguter yang dijadikan kawasan industri ataupun Solo Baru yang lebih condong ke sektor perdagangan dan jasa.

“Dengan penetapan kawasan-kawasan seperti ini, memungkinkan pengusaha untuk melihat sejauh mana mereka cocok. Saat ini yang sedang berkembang adalah niaga yang mana titik tolaknya adalah RTRW yang telah kami persiapkan,” pungkas Wabup Haryanto.

Kondusifitas dan Produktifitas sebagai Kunci

Sementara itu, Albicia Hamzah, kapada Surakarta Daily, mengungkapkan, Kabupaten Sukoharjo dengan reputasi potensi Industri Kecil Menengah (IKM) sangat besar dan baik, harus dapat menjaga dan mempunyai daya saing yang tinggi terhadap kualitas produk dan layanan terhadap konsumen.

Lebih lanjut, Albi menuturkan, dari perspektif kepentingan Promosi, kunci utama adalah Kondusifitas dan Produktifitas.

“Pemerintah Kabupaten Sukoharjo harus dapat memanfaatkan kondisi peningkatan investasi sebagai momentum untuk peningkatan kualitas pelayanan di segala lini, baik aspek perekonomian masyarakat, pariwisata, hankam, transportasi, sosial kebudayaan, penegakan hukum dan lain-lain,” terang Albi, Kamis, (25/12/14).

Karena tiada arti, kata Albi, dengan tingginya investasi yang berwujud pengembangan dan pembangunan, tetapi tidak memberikan dampak yangg signifikan terhadap peningkatan kualitas pelayanan segala aspek kehidupan masyarakat lokal.

Selanjutnya, tingkat partisipasi dan keterlibatan masyarakat dalam proses pengembangan dan pembangunan.

“Hal ini penting, dikarenakan aspek jatidiri atau kearifan lokal akan tetap terjaga, di sisi lain akan meminimalisir tingkat kesenjangan sosial yang terjadi antar masyarakat,” tutup sosok kelahiran Tirtomoyo tersebut.