Dinobatkan Sebagai Kabupaten Pro Investasi, Investasi di Kabupaten Sukoharjo Capai Rp13,5 Triliun

Kawasan Industri Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo (Foto: kpm.sukoharjo)
Kawasan Industri Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo (Foto: kpm.sukoharjo)

Sukoharjo, SURAKARTA DAILY** Laju investasi di Kabupaten Sukoharjo tahun ini memperlihatkan trend positif. Tercatat Sampai bulan Mei lalu, investasi hampir menyentuh angka Rp 13,5 triliun.

Rilis pemkab Sukohajo, pada triwulan pertama tahun 2014, tercatat Penanaman Modal Asing (PMA) sebanyak, 720.691 USD dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar, Rp5,4 triliun, dengan kontribusi investasi tertinggi berada di kecamatan Kartasura, disusul Kecamatan Grogol, Mojolaban, Gatak, dan Baki.

Investasi tersebut terdiri dari 32 unit perusahaan dari PMDN dan 29 unit perusahaan dari PMA. Kantor Penanaman Modal Pemkab Sukoharjo mencatat, nilai Investasi akan terus bertambah, pasalnya geliat bisnis kawasan Solo Baru, kecamatan Grogol masih terus bergerak positf.

Menurut Agus Suprapto, Kepala Bidang (Kabid) Prasarana dan Pengembangan Wilayah Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sukoharjo, beberapa waktu lalu, capaian investasi tersebut berdasar data Januari hingga Oktober 2014, meningkat hampir 100 persen dari nilai investasi pada 2013.

“Investasi di tahun lalu tercatat Rp7 triliun. Peningkatan nilai investasi yang sangat signifikan, dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi Kota Makmur menjadi 5,01 persen,” terang Agus.

Masih menurutnya, pertumbuhan ekonomi kali ini merupakan trend positif dan diharapkan terus meningkat pada tahun mendatang dilihat pertumbuhan ekonomi pada 2013 yang berhenti pada angka 4,49 persen.

“Atas capaian ini, Kabupaten Sukoharjo menduduki urutan kedua se-Jawa Tengah setelah Kudus. Investasi paling banyak datang dari sektor industri dan bisnis. Investasi sektor perdagangan, properti, dan perhotelan juga ikut andil,” papar Agus.

Dia melanjutkan, investasi paling tinggi berada di wilayah sisi utara, yakni Suragolbantaki. Sedangkan Kecamatan Grogol, kata Agus, merupakan wilayah paling menonjol yang ikut mendongkrak investasi Sukoharjo.

“Grogol, khususnya Solo Baru, telah menjadi pusat bisnis. Saat ini pun masih banyak calon investor yang melirik Grogol,” imbuh Agus.

Dari nilai sekitar Rp 14 triliun tersebut, diketahui sebagian besar terserap di industri dan perdagangan, khususnya di wilayah Kecamatan Grogol, Kartasura dan zona industri Nguter.

Pada kesempatan terpisah, Camat Grogol, Agustinus Setiyono, mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Grogol meningkat pesat seiring banyaknya investor yang menanamkan investasi.

“Hal tersebut berdampak positif bagi masyarakat. Dampak itu seperti bertambahnya lapangan pekerjaan sekaligus membuka peluang usaha bagi warga sekitar,” pungkasnya.

Meningkatnya Pendapatan Asli Daerah

Dari prestasi trend positif perkembangan investasi, Sukoharjo yang pada Juni 2014 lalu, dinobatkan sebagai Kabupaten Pro Investasi pada ajang Jateng Award 2014 oleh Jateng Pos bersama Pemerintah Jawa Tengah.

Dengan laju trend positif, investasi di Kabupaten Sukoharjo tersebut, memberikan efek domino terhadap beberapa sektor, yakni naiknya pendapatan asli daerah (PAD), yang pada tahun 2013, realisasi PAD sebesar Rp153 miliar lebih, untuk tahun 2014 ditargetkan naik menjadi Rp 160 miliar.

Dari sisi tenaga kerja, kenaikan investasi juga mampu menyerap tenaga kerja semakin besar. Data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi mecatat, jumlah total tenaga kerja sampai bulan Maret tahun 2014, sebanyak 77.339 orang. Naik dari tahun 2013, yang hanya sebanyak 77.226, dan tahun 2012, sebanyak 72.345 orang.

Dari sisi penyerapan tenaga kerja melalui Disnaker tercatat tahun 2013 sebanyak 3.692 tenaga kerja dan hingga Juni tahun 2014 sebanyak 1950 tenaga kerja.

Tidak hanya tenaga kerja lokal, dengan masuknya investasi dari modal asing, jumlah tenaga kerja luar negeri juga bertambah, tercatat ada 39 tenaga kerja asing yang ada di Sukoharjo.