Cocok untuk Pagelaran Seni Budaya, Arief Yahya: Sebaiknya Benteng Vastemberg Dikelola Negara

Wali Kota Solo, FX HadiRudyatmoko, Meninjau Renovasi Benteng Vastemberg (Foto:Humas)
Wali Kota Solo, FX HadiRudyatmoko, Meninjau Renovasi Benteng Vastemberg (Foto:Humas)

Kota Solo, SURAKARTA DAILY** Beragam seni dan cagar budaya menjadi ruh dan ciri yang melekat pada kota Surakarta. Di sudut kota, beragam bangunan bersejarah juga menjadi pemandangan yang menghiasi kota bertajuk The Spirit of Java.

Benteng Vastenberg misalnya, bangunan yang terletak di jantung kota Surakarta ini, merupakan salah satu objek wisata sejarah yang masih bisa dijumpai.

Baru-baru ini, wali kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, menegaskan kembali rencananya untuk mengambil alih pengelolaan Benteng Vastenberg, yang sampai saat ini masih dalam proses sengketa.

Bersamaan dengan kunjungan kerja, Menteri Pariwisata, Arief Yahya, yang dirilis laman humas Surakarta, orang nomer satu di Surakarta itu meyakinkan, akan mengambil alih pengelolaan Benteng Vastemberg pada juli 2015 mendatang.

Senada dengan itu, Arief Yahya, Menteri Pariwisata Republik Indonesia, yang meninjau langsung renovasi Benteng Vastemberg, menuturkan, benteng ini cocok untuk dijadikan ajang pagelaran seni dan budaya. “Sebaiknya tempat seperti ini (Benteng Vastemberg—red) dikelola oleh negara,” tambahnya.

Selain itu, Arief juga mengungkapkan, akan mengkoordinasikan permasalahan kepemilikan lahan tersebut kepada sejumlah kementerian terkait.

Cagar Budaya Solo

Tepat berada di ujung jalan protokol Slamet Riyadi dan berdampingan langsung dengan Pusat Grosir Solo (PGS) atau Beteng Trade Center Solo, bisa jadi, inilah objek wisata yang pertama kali disaksikan ketika menginjakan kaki di tanah bengawan.

Memiliki ornamen yang cukup unik, memasuki Benteng Vastemberg, pengunjung akan disambut dengan dua buah pohon besar yang tumbuh dengan rimbun di bagian depan gerbang. Lalu, akan melewati jembatan kecil, yang seolah menjadi penghubung sebelum akhirnya tiba di depan bangunan gerbang.

Di bawah jembatan kecil tersebut, terdapat bangunan seperti parit-parit yang mengelilingi kawasan kompleks bangunan Benteng Vastenburg dengan bagian kanan dan kiri jembatan, pengunjung akan menjumpai patung sapi dengan pose duduk. Patung ini sekilas mirip seperti arca nandi seperti yang terdapat pada candi-candi bercorakkan agama Hindu.

Bangunan berbentuk persegi empat, dengan tembok tebal menjulang tinggi sekitar lima atau enam meter adalah Cagar Budaya Solo dan saksi sejarah kejayaan militer keraton Surakarta di masa lalu dan sekitar awal-awal kemerdekaan Republik Indonesia yang patut dijaga bersama.

Selain itu, Benteng yang dibangun selama empat tahun, mulai dari tahun 1775 dan berakhir pada 1779, Benteng Vastemberg dibangun kurang lebih 32 tahun setelah Keraton Surakarta resmi didirikan. Tenaga ahli di balik pembangunan benteng yang megah pada masanya ini, adalah Gubernur Jenderal Baron Van Imhoff.

Sejak saat itu, perwakilan Kerajaan Belanda di Desa Solo (Sekarang Surakarta) mendirikan pusat pemerintahan di dekat Benteng Vastenburg, maka tidak heran jika sejarah menyebutkan bahwa Benteng Vastenburg digunakan sebagai basis keamanan Keraton Surakarta dan Rumah Gubernur Belanda yang berada di kawasan Gladak, Surakarta.