Boyolali Raih Penghargaan Adikarya Pangan Nusantara Tingkat Nasional

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Prabowo, Dirjen Tanaman Pangan, Bupati Boyolali, beserta dinas terkait foto bersama dalam acara Gemyar Perbenihan Tanaman Pangan di Desa Karangduren, Sawit, Boyolali, Rabu (10/9/14).
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Dirjen Tanaman Pangan, Bupati Boyolali, beserta dinas terkait foto bersama dalam acara Gembyar Perbenihan Tanaman Pangan di Desa Karangduren, Sawit, Boyolali, Rabu (10/9/14).

Boyolali, SURAKARTA DAILY** Mewakili Provinsi Jawa Tengah, Bupati Boyolali berhasil peroleh penghargaan Adikarya Pangan Nusantara tingkat Nasional tahun 2014.

Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian (BKP PP), Kabupaten Boyolali, Juwaris, menuturkan, dalam penilaian tingkat Nasional ini, Kabupaten Boyolali mewakili Provinsi Jawa Tengah karena pada penilaian yang sama, kabupaten Boyolali mendapat peringkat pertama dalam bidang ketahanan pangan tingkat Provinsi.

Masih menurut Juwaris, Karena Boyolali peringkat satu di provinsi Jawa Tengah, akhirnya Boyolali berhak mewakili penilaian Adi Karya Pangan Nusantara tingkat Nasional.

“Pemberian penghargaan Adikarya Pangan Nusantara tingkat Nasional itu, diberikan kepada perorangan, dalam hal ini Bupati Boyolali, Seno Samodro,” terangnya.

Untuk penilaian pangan nusantara tingkat Nasional yang diikuti 34 Provinsi di Indonesia, Bupati Boyolali, telah melakukan paparan terkait ketahanan pangan di depan tim Ketahanan Pangan Nasional pada Kamis, (13/11/14) lalu, di Jakarta.

“Jadi Pak Seno Samodro, telah memaparkan terkait ketahanan pangan di Boyolali di depan tim ketahanan pangan tingkat Nasional, yang terdiri pejabat kementerian Pertanian, tim penilai dari UGM, IPB dan lintas sektoral di Gedung Bidakara Jakarta“ tutur Juwaris.

Dari hasil paparan itu, kata Juwaris, 15 Bupati lolos verifikasi dan akhirnya 10 Bupati, termasuk Bupati Boyolali, Seno Samodro, dan 8 Gubernur mendapat penghargaan Adikarya Pangan Nusantara tingkat Nasional.

Ketahanan Pangan Lokal

“Karena Bupati, Seno Samodro berkomitmen dan mampu dalam kebijakan serta segala kegiatan terhadap ketahanan pangan,” tegas Juwaris.

Komitmen Seno Samodro dalam ketahanan pangan, diantaranya tetap mempertahankan lahan pertanian berkelanjutan, yakni lahan pertanian, irigasi teknis tidak boleh dialihfungsikan untuk kepentingan sektor lain.

Di bidang pemasaran dan distribusi pangan lokal, ada kewajiban pasar modern untuk menampung produk pangan lokal, yang saat ini sedang dirintis oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Boyolali.

Sementara itu, di bidang pengawasan makanan yang beredar, Pemkab Boyolali, melalui Dinas Kesehatan dan insntansi terkait, melakukan pengawasan yang cukup ketat terhadap makanan olahan. Pengawasannya, dimulai dari produksi hingga pemasaran di lapangan.

“Langkah ini dimaksudkan agar makanan yang beredar dan dikonsumsi masyarakat benar-benar sehat dan tidak mengandung zat yang membahayakan bagi kesehatan masyarakat,” tutup Juwaris.

Rilis humas Kabupaten Boyolali menyebutkan, nama-nama Gubernur dan Bupati/Walikota yang memperoleh penghargaan di bidang pangan itu diantaranya, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, Gubernur NTB, M. Zainul Madji, Gubernur Sumatera Barat, Gubernur Sulawesi utara, Walikota Depok, Bupati Hulu Sungai, Bupati Pring Sewu Lampung.