Albicia Hamzah: Meningkatnya Investasi di Kabupaten Sukoharjo, Kontribusi Menyerap Tenaga Kerja

Pintu Gerbang Memasuki Kabupaten Sukoharjo (Foto: KPM Sukoharjo)
Pintu Gerbang Memasuki Kabupaten Sukoharjo (Foto: KPM Sukoharjo)

Sukoharjo, SURAKARTA DAILY** Laju investasi di Kabupaten Sukoharjo tahun ini, meningkat cukup signifikan. Hingga bulan mei lalu, laju investasi tersebut, tercatat hampir menyentuh angka Rp13,5 triliun, dengan kontribusi investasi tertinggi berada di kecamatan Kartasura, disusul Kecamatan Grogol, Mojolaban, Gatak, dan Baki.

Rilis Kabupaten Sukoharjo menyebutkan, angka investasi pada triwulan pertama tahun 2014, tercatat mencapai 720.691 USD dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan sebesar Rp5,4 triliun dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Investasi tersebut, terdiri dari 32 unit perusahaan dari PMDN dan 29 unit perusahaan dari PMA. Kantor Penanaman Modal Pemkab Sukoharjo mencatat, nilai Investasi akan terus bertambah, pasalnya geliat bisnis kawasan Solo Baru, kecamatan Grogol masih terus bergerak positf.

Capaian investasi tersebut berdasar data Januari hingga Oktober 2014, meningkat hampir 100 persen dari nilai investasi pada 2013. Trend positif pertumbuhan ekonomi ini, diharapkan mampu menunjang tingkat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat sebagaimana visi Sukoharjo Makmur.

“Peningkatan nilai investasi di Kabupaten Sukoharjo yang meningkat signifikan hampir 100 persen, merupakan kabar baik buat Sistem Pemerintahan Kabupaten Sukoharjo,” terang Praktisi Promosi Daerah, Albicia Hamzah, kepada Surakarta Daily, (24/12/14).

Dengan peningkatan nilai investasi tersebut, kata Albi, berbagai agenda pemerintah dalam perbaikan dan penguatan perekonomian daerah sangat mudah terwujud.

“Tidak dapat dipungkiri, dengan meningkatnya nilai investasi di Kabupaten Sukoharjo, secara tidak langsung akan memberi peluang dan menunjang tingkat kesejahteraan masyarakat setempat,” terangnya.

Lebih lanjut, Ayah tiga putri ini memaparkan, karena efek investasi tidak bisa dilepaskan adanya pengaruh globalisasi ekonomi, seyogyanya, kita bersama menggunakan perspektif positif dalam menyikapi pertumbuhan investasi di Sukoharjo.

“Terjadinya persaingan antara industri besar dan lokal, serta tergesernya produk-produk lokal dengan produk import, dll, adalah sebuah konskuensi umum, yang tentunya dapat dipahami oleh Pemkab dan juga masyarakat luas untuk sama-sama dihadapi sebagai tantangan,” terang Albi.

Potensi, Daya Saing dan Penyerapan Kerja Industri Kecil Menengah

Praktisi Promosi Daerah, Albicia Hamzah (Foto:Surakarta Daily)
Praktisi Promosi Daerah, Albicia Hamzah (Foto:Surakarta Daily)

Telah diketahui, kata Albi, bahwa industri merupakan sumber pertumbuhan dalam perekonomian suatu daerah. Adanya industri, juga dapat meningkatkan aktivitas ekonomi, penyerapan tenaga kerja dan peningkatan standar hidup.

“Industri kecil di Kabupaten Sukoharjo mempunyai kontribusi yang besar dalam penyerapan tenaga kerja,” pungkas Albi.

Karakteristik industri kecil yang padat karya dengan nuansa lokal, lanjutnya, diharapkan dapat menciptakan pemerataan pendapatan bagi masyarakat dan sebagai pengembangan utama perekonomian lokal.

Menurutnya, Kabupaten Sukoharjo dengan reputasi potensi Industri Kecil Menengah (IKM) sangat besar dan baik, harus dapat menjaga dan mempunyai daya saing yang tinggi terhadap kualitas produk dan layanan terhadap konsumen.

“Pemerintah selaku pemegang regulasi peraturan daerah, harus selalu intens dalam memperhatikan kebijakan-kebijakannya, guna memperjuangkan kepentingan dan eksistensi industri kecil, dari hadirnya industri-industri besar,” tutup Albi.