Tiap Kamis, Komunikasi PNS Pemkab Boyolali Berbahasa Jawa

Kantor Bupati Boyolali. (Foto: Pemkab Boyolali)
Kantor Bupati Boyolali. (Foto: Pemkab Boyolali)

Boyolali, SURAKARTA DAILY ** Ada yang berbeda pada November 2014 di Boyolali. Sejak Kamis (30/10/2014), seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di jajaran Pemerintah Kabupaten Boyolali diwajibkan menggunakan komunikasi Berbahasa Jawa saat melaksanakan tugas di kantor.

“Langkah menggunakan Bahasa Jawa pada Hari Kamis dalam melaksanakan tugas ini dimaksudkan untuk melestarikan, sekaligus nguri-nguri Bahasa Jawa yang merupakan bahasa peninggalan nenek moyang kita,” ujar Masruri, Asisten Administrasi Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Boyolali, seperti dirilis Humas Boyolali.

Menurut Masruri, meski Bahasa Jawa merupakan bahasa ibu, namun kalau jarang dipergunakan, akan kesulitan dalam penyampaian, khususnya Bahasa Jawa halus.

“Jadi nanti dalam rapat, baik rapat kecil maupun rapat kordinasi, saat apel, serta saat komunikasi dengan temannya pada Hari Kamis, semua PNS diwajibkan menggunakan Bahasa Jawa,” tuturnya.

Kasubag Humas Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Boyolali, Warsono, menambahkan, pihaknya menyambut baik langkah Pemerintah Kabupaten Boyolali yang mewajibkan PNS pada Hari Kamis untuk menggunakan Bahasa Jawa dalam pelaksanaan tugas.

Menurutnya, di dalam Bahasa Jawa penuh dengan ajaran tata-krama atau unggah-ungguh, sehingga Bahasa Jawa dapat dikatakan sebagai bahasa yang menyiratkan budi pekerti luhur, dan merupakan cerminan masyarakat Jawa.

Selain itu, bahasa Jawa sebagai wahana pembentukan budi pekerti dan sopan santun, karena bahasa Jawa kaya dan lengkap dengan perbendaharaan kata.

“Bahasa Jawa kan memiliki beberapa tingkatan dan pitutur baik, sehingga bisa melatih kita untuk berlaku sopan dan santun kepada siapa pun dan di mana pun juga,” katanya.

Pihaknya berharap kepada para orangtua untuk terus membiasakan penggunaan Bahasa Jawa saat di rumah. Karena, dengan menggunakan Bahasa Jawa yang halus dan baik bisa menjadi sarana untuk membentuk pribadi anak yang sopan dan santun dalam keluarga.

Kebijakan Pemkab Boyolali ini merespons instruksi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, untuk menggunakan Bahasa Jawa tiap Hari Kamis, bagi jajaran PNS di Jawa Tengah. Meski Ganjar juga masih kesulitan untuk melakoninya, upaya mempertahankan karakter Jawa dengan berbahasa Jawa adalah langkah progresif.