Dukung Program Pengelolaan Air Laut menjadi Air Tawar di Wonogiri

Ilustrasi krisis air. (Foto: Nawasis)
Ilustrasi krisis air. (Foto: Nawasis)

Dukungan Bupati Wonogiri, Danar Rahmanto, kepada anggora DPR RI, Endang Maria Astuti untuk memperjuangkan pembiayaan pengelolaan air laut menjadi air tawar di kawasan Wonogiri selatan sepatutnya didukung banyak pihak. Hal tersebut diharapkan menjadi salah satu solusi efektif mengatasi kelangkaan air bersih di empat kecamatan wilayah selatan yang terjadi secara permanen saat musim kemarau.

Problem kekurangan air bersih seperti lekat dengan Wonogiri, terutama Wonogiri Selatan. Padahal, seperti diketahui, hanya Wonogirilah yang memiliki pantai di eks-Karesidenan Surakarta.

Selaras dengan visi Poros Maritim Dunia Pemerintahan Joko Widodo-JK, solusi air bersih untuk Wonogiri selatan akan menjadi inisiasi kesejahteraan masyarakat pantai. Selama ini, karena orientasi pembangunan yang melulu berpusat pada paradigma darat, membuat masyarakat pesisir Wonogiri terkesan diabaikan.

“Sejumlah 70 persen luas Indonesia adalah perairan. Mengolah potensi kelautan untuk apa pun kebutuhan warga negara adalah keniscayaan. Bangsa Pelaut tentu saja dapat bersahabat dengan laut, termasuk memanfaatkan air laut untuk mengatasi kekurangan air bersih di Wonogiri,” tutur sosok kelahiran Tirtomoyo tersebut.

Secara promosi, sambungnya, Wonogiri akan lebih mudah menarik investor dan wisatawan bila masalah kekurangan air bersih ini dapat teratasi.

Ironi maritim akan kita kikis perlahan. Bagaimana mungkin negeri yang kaya raya lautnya, justru tak bisa lepas dari masalah kekurangan air bersih? Sebagai satu-satunya daerah berpantai di eks-Karesidenan Surakarta, Wonogiri telah semestinya menuai berkah maritim.

Saya menyarankan untuk tak ragu belajar dari mana pun, agar masalah kekurangan air bersih dapat dientaskan. Misalnya belajar dari penelitian siswi SMA Negeri 3 Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Dengan biaya tidak lebih dari Rp200 ribu, mereka berhasil menciptakan teknologi tepat guna mengubah air laut menjadi air tawar yang layak dikonsumsi.

Teknologi ini tentu saja lebih murah dibandingkan dengan Reverse Osmosis (RO) yang harus melalui tahap penyulingan.

One thought on “Dukung Program Pengelolaan Air Laut menjadi Air Tawar di Wonogiri

  1. Murah endi biayane dibanding nyedot ko njero luweng om ? Bukannya proses purifikasi dari air laut menjadi air tawar agak lumayan om biaya produksine ?

    #semogaselaluterkungkungdenganprosespembelajaran

Comments are closed.