Banyak Potensi Cagar Budaya, BPCB Jateng Gelar Pameran di Karanganyar

CAGAR BUDAYA - Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, meninjau Pameran Benda Cagar Budaya, Jumat (14/11/2014) pagi, di Gedung Wanita Karanganyar. (Foto: Diskominfo Karanganyar)
CAGAR BUDAYA – Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, meninjau Pameran Benda Cagar Budaya, Jumat (14/11/2014) pagi, di Gedung Wanita Karanganyar. (Foto: Diskominfo Karanganyar)

Karanganyar, SURAKARTA DAILY ** Kabupaten Karanganyar menyimpan banyak peninggalan cagar budaya, seperti benda-benda purbakala di Desa Ndayu, Kecamatan Gondangrejo. Peninggalan Candi Cetho dan Candi Sukuh di kawasan Kecamatan Jenawi dan Kecamatan Ngargoyoso.

Tak hanya itu, ada pula peninggalan situs Watu Kandang di Kecamatan Matesih, maupun tempat perjanjian Giyanti di Dukuh Kerten, Desa Jantiharjo, Kecamatan Karanganyar.

Dirilis Pemkab Karanganyar, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, mengatakan, terdapat 37 warisan cagar budaya yang terdaftar di Kabupaten Karanganyar.

“Banyak sekali peninggalan sejarah, sungguh luar biasa. Dengan adanya pameran ini, kita bisa menjadi tahu, dan pengingat adanya warisan budaya. Sehingga berwajiban untuk menjaga dan melestarikannya. Jangan sampai rusak maupun dirusak,” kata Rohadi Widodo, Jumat (14/11) pagi, saat meninjau pameran Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah.

Pameran mengangkat potensi kearifan lokal yang dimiliki daerah. Dengan memamerkan benda cagar budaya yang ada, pengunjung dapat melihat dan mengetahui peninggalan sejarah.

Digelar di Gedung Wanita, 14-19 November 2014, pengunjung yang datang tidak dipungut biaya. Pameran buka pukul 08.00-17.00, meniru situs asli di Kabupaten Karanganyar.

“Pameran ini menonjolkan kearifan lokal dan rutin diadakan setiap tahun, tetapi keliling di Jawa Tengah. Sasarannya anak sekolah maka juga dikemas menarik. Terdapat pula perpustakaan mini memajang buku-buku sejarah,” ujar Kepala BPCB Jawa Tengah, Sri Ediningsih.

Replika yang dipamerkan mewakili masa pra sejarah, sejarah klasik, dan masa kolonial, seperti replika manusia purba, kerbau purba, situs Watu Kandang, foto zaman dulu, alat telekomunikasi kuno, dan prajurit Pura Mangkunegaran.

Situs Watu Kandang

Situs Watu Kandang diyakini sebagai situs peninggalan zaman megalithikum. Situs ini terletak di sekitar area persawahan di Desa Ngasinan, Karangbangun, Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah. Ada banyak batu yang tersusun berdiri membentuk lingkaran dan kotak, mirip kandang.

Biasanya, pengunjung yang datang kebanyakan warga negara asing.

Menurut catatan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah, batu di lokasi tersebut berorentasi pada puncak bukit dan gunung yang berada di sebelah timur, yakni Bukit Bangun, Bukit Malang dan Gunung Lawu.

Di Situs Watu kandang terdapat peninggalan purbakala, antara lain Menhir (Tugu Batu) yang besar dan berdiri tegak seperti tugu. Lokasi tersebut konon merupakan tempat suci dan tempat pemujaan roh-roh nenek moyang.

Ada Dolmen (Meja Batu), batu berbentuk seperti meja dan letaknya persis di tengah batu-batu yang disusun memutar. Diperkirakan sebagai tempat meletakkan sesaji kepada roh nenek moyang.

Tak jauh dari sana, terdapat Lumpang Batu (tempat menumbuk padi ). Bentuknya besar dan melebar, serta di bagian tengahnya cekung dan dalam. Mungkin, dulu digunakan sebagai tempat menumbuk padi.

Watu Dakon (lambang kesuburan) yang berlubang seperti dakon (mainan anak – anak khas Jawa). Bahkan ada cap kaki (tapak batu), yaitu Tapak Bima (Werkudoro).

Sementara Punden Berundak yang berdiri condong, biasanya disembah nenek moyang.