Kirab Budaya Hari Jadi Dusun Gadungan, Promosi Wisata Lokal Ala Karanganyar

Kirab Budaya Hari Jadi Dusun Gadungan. (Foto: Diskominfo Karanganyar)
Kirab Budaya Hari Jadi Dusun Gadungan. (Foto: Diskominfo Karanganyar)

Karanganyar, SURAKARTA DAILY ** Satu lagi persembahan warga Kabupaten Karanganyar. Kali ini tentang Peringatan Hari Jadi Dusun Gadungan, Desa Giri Mulyo, Kecamatan Ngargoyoso. Acara ini dikemas dengan Kirab Budaya, menampilkan berbagai kreasi seni maupun hasil bumi yang diarak dari Balai Desa hingga Dusun Gadungan, berjarak sekitar 1,5 kilometer.

Menurut Kepala Desa Giri Mulyo, Suparno, kegiatan ini berlangsung sejak 2006. Setiap tahun, acara diadakan pada Bulan Suro (Muharram). Untuk tahun ini, jatuh pada Sabtu (25/10/2014).

“Namun jika ada Jumat Legi diadakan pada pasaran itu. Tetapi jika tidak maka dilangsungkan di tanggal 1 Suro,” paparnya, seperti dirilis Pemkab Karanganyar.

Untuk memeriahkan hari jadi, sambungnya, ditampilkan pentas seni seperti Sabdo Palon Noyo Genggong, Sabuk Janur, Jaran gedrug, reog, seni tek-tek, dan drama tari Macan Gadungan.

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, mengapresiasi acara tersebut, karena menampilkan potensi-potensi lokal masyarakat.

“Kebudayaan di sini luar biasa. Jaga dan lestarikan. Sering-sering mengadakan pentas, sehingga mudah dikenal masyarakat luar. Di daerah sini banyak seni yang menarik dan bisa dipromosikan agar wisatawan datang ke sini,” tegas Rohadi.

Warga setempat terlihat antusias menyaksikan acara. Mereka berjejer sepanjang jalan dan di lokasi pentas seni, baik tua, muda, dan anak-anak.

Salah satu warga setempat, Noraniza Erlina Terra, merasa senang, karena acara ini merupakan sarana pengenalan budaya lokal dan hiburan.

“Seru dan menarik. Walaupun cuaca panas seperti ini, namun banyak sekali warga yang menonton,” ucapnya.

Potensi Budaya Lokal Karanganyar

Karanganyar memang punya cerita menarik. Anda mungkin pernah mendengar Kotekan Lesung. Ya, Kesenian Tradisional Kotekan Lesung merupakan salah satu atraksi unggulan Kabupaten Karanganyar. Kesenian ini merupakan bagian dari tradisi kecil masyarakat petani yang sudah cukup dikenal luas penduduk perdesaan.

Kesenian Kotekan Lesung saat ini dikembangkan di Dukuh Plesungan, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, yang memiliki situs purbakala Candi Sukuh. Struktur pertunjukkannya dimulai dari Panembrama, Permainan deengan tarin, Tari Loro Blonyo (sajian inti), dan Tayub Lesung.

Ada pula Upacara adat Mandasiya yang diadakan di Dusun Pancot, Blumbang, dan Tengklik Tawangmangu pada setiap Selasa Kliwon Wuku Mandasiya. Upacara adat itu bersumber pada mitologi Prabu Baka, seorang raja zalim yang akhirnya berhasil dibunuh oleh Patut Tetuka dari pertapan Pringgondasi, kemudian dikenal dengan nama Eyang Kancanegara.

Penyelenggaraan upacara Mandasiya di Dusun Pancot diadakan di Kompleks punden Bale Patokan, berdekatan dengan Watu Gilang yang masih dikeramatkan. Watu Gilang disiram air badhek yang didahului penyebaran beras kuning oleh sesepuh Dukuh Pancot. Puncak Upacara ditandai upacara pelepasan nadar dengan melepas sejumlah ayam di atas atap Pasar Pancot. Inilah Atraksi paling menarik dari rangkaian upacara Mandasiya.

Tak kalah menariknya adalah wayang kulit atau wayang purwa. Jenis kesenian tradisional ini sangat populer di Kabupaten Karanganyar. Seni pertunjukan yang berkisah Ramayana dan Mahabarata dan hingga sekarang masih terus dilestarikan dan dikembangkan.

Dhalang kondang Manteb Sudarsono tinggal di wilayah Karangpandan, mempunyai sanggar seni Bima. Salah satu kegiatannya mengembangkan kesenian wayang kulit.