Hari Tani, Tumpeng Organik Diarak Kelompok Tani se-Kabupaten Karanganyar

Foto: Dishubkominfo Karanganyar
Foto: Dishubkominfo Karanganyar

Karanganyar, SD ** Ada yang menarik dengan peringatan Hari Tani di Karangayar, Rabu (24/9/2014) malam, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kabupaten Karanganyar. Sejumlah tumpeng organik diarak kelompok tani se-Kabupaten Karanganyar.

Pantauan di lapangan memperlihatkan tumpeng yang terdiri dari sayuran dan bahan makanan organik diarak oleh para petani. Usai diarak, tumpeng-tumpeng tersebut dibagikan kepada petani dan warga yang menghadiri acara. Dengan penuh syukur, para petani, sesepuh, serta warga berbaur menyantap tumpeng.

Selain memperingati Hari Tani, acara tersebut diharapkan menggugah kesadaran generasi muda untuk memanfaatkan potensi yang ada, di antaranya sampah yang bisa diolah menjadi pupuk organik. Perwakilan siswa SMP se-Bumi Intanpari menyelenggarakan workshop tentang pengolahan sampah organik dan melakukan deklarasi serta pembentukan Komunitas Pemuda Organik (Pernik).

Salah seorang warga yang menghadiri acara tersebut, Seno, mengungkapkan baru kali pertama menghadiri acara semacam itu. Dirinya berharap Karanganyar mampu menghasilkan bahan pangan dengan kualitas bagus dan bisa mencukupi kebutuhan warga.

“Acaranya sangat menarik,” katanya.

Saat menghadiri acara tersebut, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menuturkan, saat ini kebutuhan masyarakat untuk mengkonsumsi hasil pertanian organik cukup tinggi.

“Hasil pertanian organik bisa membuat tubuh kita tetap sehat, dan banyak diminta,” jelasnya, seperti diberitakan laman Pemkab Karanganyar.

Pertanian, Sektor Andalan

Pertanian menjadi salah satu sektor andalan Kabupaten Karanganyar, mendorong perekonomian warga berjumlah sekitar 900 ribu jiwa. Sektor ini menjadi penopang penting karena Karanganyar memiliki luas wilayah 77.378,64 ha.

Sejak lama, Karanganyar dikenal sebagai pemasok komoditas pertanian penting di kawasan eks-Karesidenan Surakarta dan sekitarnya. Banyak sayuran dan buah mengalir dari Tawangmangu ke daerah sekitar.