Gandeng BATAN, Pemkab Klaten Murnikan Padi Rojolele

Pemuliaan Padi Lokal Rojolele dengan Teknik Mutasi Radiasi kerja sama BATAN dengan Kabupaten Klaten. (Foto: BATAN)
Pemuliaan Padi Lokal Rojolele dengan Teknik Mutasi Radiasi kerja sama BATAN dengan Kabupaten Klaten. (Foto: BATAN)

Klaten, SURAKARTA DAILY ** Bekerja sama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional, sejak 5 Desember 2013, Pemerintah Kabupaten Klaten meneliti pemurnian varietas Padi Rojolele dengan metode radiasi sinar gamma.

Penelitian dikerjakan langsung oleh petani peneliti Rojolele Kabupaten Klaten di lima lokasi dengan bimbingan Ahli Nuklir Peneliti Padi BATAN RI, Sobrizal.

Kelima lokasi demplot penelitian tersebut adalah Desa Gempol Kecamatan Karanganom, Desa Glagahwangi Kecamatan Polanharjo, Desa Tlobong Kecamatan Delanggu, Desa Jaten Kecamatan Juwiring, dan Desa Sekaran Kecamatan Wonosari.

Tanaman penelitian tahap pertama (M1) Varietas Rojo Lele sudah dipanen, 27 April 2014. Hasil panen tanaman penelitian pertama ini selanjutnya menjadi benih untuk tanaman penelitian tahap kedua (M2). Tanaman penelitian tahap kedua (M2) di Desa Gempol Kecamatan Karanganom ditanam pada Minggu, 29 Juni 2014.

Lokasi demplot penelitian di Desa Gempol Kecamatan Karanganom menarik perhatian Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi BATAN RI, Hendig Winarno, untuk menjadikannya lokasi kunjungan lapangan (Field Trip) bagi peserta International Workshop On Supporting Mutation Breeding Approaches To Develop New Corp Varieties Adaptable To Climate Change.

Peserta international workshop berasal dari 15 negara di kawasan Asia Pasifik. Tanaman penelitian di Desa Gempol menjadi tujuan kunjungan karena menggunakan Metodologi Teknik Mutasi Radiasi Iradiation Mutation Breeding, yaitu melakukan rekayasa secara genetik menggunakan mutagen (sinar gamma), sehingga akan dihasilkan keragaman genetik dan pada tanaman penelitian kedua (M2) di Desa Gempol Kecamatan Karanganom.

Rabu (8/10/2014), perwakilan 15 negara, perwakilan BATAN RI, dan Pemkab Klaten berkunjung lapangan ke Desa Gempol Kecamatan Karanganom untuk melihat teknik radiasi nuklir pada tanaman Padi Rojolele.

Mutasi Radiasi

Menurut Wijananto dari Pusat Diseminasi Iptek Nuklir-BATAN, teknik mutasi radiasi telah dilakukan BATAN sejak 1980-an. Sebagai contoh, seleksi pedigree varietas padi Cisantana dengan penyinaran radiasi sinar gamma dosis 0,2 kGy menggunakan irradiator gamma yang menghasilkan varietas baru bernama Bestari.

Perbaikan yang dihasilkan adalah dihilangkannya bulu pada gabah Cisantana. Adanya bulu tidak disukai petani karena dapat menurunkan rendemen beras. Selain itu, potensi hasil produksi juga meningkat dibandingkan dengan varietas induknya, yaitu dari 7,0 ton per hektar menjadi 9,42 ton per hektar.

Kadar amilosanya pun turun dari 23 persen menjadi 20,62 persen. Kadar amilosa menentukan tekstur nasi, nilai kadar amilosa antara 10-20 persen tekstur nasinya sangat pulen, antara 20-25 persen pulen, dan di atas 25 persen merupakan nasi pera.

Selama ini, beberapa upaya peningkatan produksi pertanian adalah dengan penggunaan benih unggul berproduktivitas tinggi, daya adaptasi luas, nilai nutrisi tinggi, umur genjah, serta tahan terhadap hama dan penyakit.

Untuk mendapatkan benih unggul yang diinginkan, perlu dilakukan kegiatan pemuliaan tanaman. Secara umum, pemuliaan tanaman dapat dinyatakan sebagai usaha manusia untuk menghasilkan tanaman yang secara genetik mempunyai sifat tertentu lebih unggul.

Pemuliaan tanaman dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti introduksi varietas atau galur dari luar negeri, persilangan antar-spesies atau intra-spesies, mutasi induksi, dan transfer gen.

Pemuliaan tanaman dengan cara mutasi induksi merupakan mutasi yang terjadi karena sengaja dibuat manusia untuk mengubah sifat secara tiba-tiba dan perubahannya bersifat menurun. Dengan teknik penyinaran radiasi, perubahan sifat tersebut dapat diperoleh. Teknik pemuliaan tanaman dengan penyinaran radiasi biasa dikenal dengan teknik mutasi radiasi.

Pemuliaan tanaman dengan teknik mutasi radiasi untuk mendapatkan varietas baru dilakukan dengan cara mengiradiasi biji tanaman yang dikehendaki pada dosis tertentu. Radiasi menggunakan sinar gamma yang mampu menembus biji tanaman hingga pada lapisan DNA (gen pembawa sifat keturunan—red).

Perubahan yang terjadi pada DNA akan menghasilkan perubahan sifat pada keturunannya. Perubahan sifat secara genetik dapat diamati melalui pertumbuhan tanaman. Dengan teknik ini, dapat diperoleh sifat-sifat baru yang lebih unggul dari varietas induknya, meliputi daya hasil, daya adaptasi, umur tanaman, serta ketahanan terhadap hama dan penyakit. Penyinaran radiasi terhadap biji tanaman tidak mengakibatkan biji menjadi bersifat radioaktif.

Keuntungan pemuliaan tanaman dengan teknik mutasi radiasi adalah prosesnya yang relatif cepat dibanding teknik lain, dapat memperbaiki satu atau dua sifat tanaman, dapat menimbulkan sifat baru, serta dapat mematahkan dua sifat yang linkage.