Pentingnya Kembalikan Surakarta sebagai Karakter Budaya Utama Surakartan

Albi Hamzah.

Mengembalikan Surakarta sebagai karakter budaya utama Pemkot dan Pemkab se-Solo Raya merupakan agenda penting. Selain secara sejarah memang dahulu satu karesidenan, Surakarta dapat juga bermakna sentrum perekonomian berakar budaya sama.

Setelah Undang-Undang Otonomi Daerah berlaku, ditambah status keistimewaan Solo yang tidak seperti Jogja, Pemkab di sekitar Solo seperti punya ego sektoral. Hal ini tentu saja kurang baik untuk kemajuan bersama.

Kesamaan budaya yang dipertahankan dan dielaborasi akan memperkuat karakter. Selanjutnya, lebih mudah untuk melakukan branding daerah. Ujungnya, Solo Raya akan semakin diminati sebagai daerah tujuan wisata dan investasi.

Belakangan, Pemkot Solo tampak berjalan sendirian menjalankan strategi karakter budaya ini. Agenda-agenda kebudayaan sering kali tampak malah berkompetisi. Solo punya event A, Boyolali punya event B, begitu seterusnya. Semisal dikoordinasi kan akan sangat strategis.

Kemasan mempromosikan Solo Raya tentu saja berkaitan dan tidak bisa berdiri sendiri. Misalnya, promosi wisata candi. Candi Prambanan, selain diklaim milik Jogja, itu juga milik Pemkab Klaten. Ada pula Candi Sukuh, dan candi-candi lain, atau obyek wisata terkait. Semua destinasi dapat dirangkai dalam penawaran bersama yang saling menguntungkan.

Bayangkan, bandara itu punya bersama. Investor dan wisatawan kan pasti menginginkan banyak jaminan daya dukung bila berkunjung ke Solo Raya. Perangkatnya jelas tidak hanya Solo yang punya. Subosukowonosraten adalah satu kesatuan budaya yang terikat jejaring bisnis strategis.

Menurut bermacam sumber, Karesidenan Surakarta adalah wilayah karesidenan (Bel. Residentie Soerakarta) di Jawa Tengah pada masa kolonial Belanda. Wilayahnya mencakup daerah kekuasaan Kasunanan Surakarta dan Praja Mangkunegaran. Residen Surakarta merupakan kepanjangan tangan administrasi gubernur jenderal yang berkedudukan di Batavia, khususnya pada masa kolonial.

Pada 16 Juni 1946, dibentuk Karesidenan Surakarta dan terdiri dari Kota Praja Surakarta, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sukowati, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Klaten, Kabupaten Boyolali.